Jumat, 26 Juli 2013

JR # 7 " PENYEDIAAN BARANG DALAM BISNIS RITEL "

Menurut beberapa pakar ekonomi seperangkat alat pemasaran pada perusahaan perdagangan eceran disebut dengan istilah bauran pemasaran ritel ( retailing mix ), namun pada dasarnya ciri-ciri dari alat pemasaran pada perdagangan eceran itu sama dengan bauran pemasaran 9 markrting mix ). Beneke menyatakan, "retail mix is the variables retailers use to satisfy customers needs and influence their purchase decision". Jadi bauran pemasaran ritel merupakan variable-variable yang dapat memuaskan pelanggan dan dapat mempengaruhi keputusan pembelian mereka. Menurut L. Muller-hagedorn dalam Gudonavicien dan alijosiene, "retail marketing mix consist of product ( assortmrnt ), staff, place, adversting, store layout and design". Menurut Dunne dan Lusch dalam Gudonavicien dan Alijosiene mengatakan, "retail marketing mix consist of pricing, promotion, product, supply chain, retail location, customers service and retail selling, store layout and design.
Untuk menarik dan mempertahankan pelanggan agar tetap melakukan pembelanjaan di perusahaannya. Perusahaan ritel terus berusaha untuk meningkatkan pelayanannya melalui bauran pemasaran ritel.

Persediaan barang menjadi cukup krusial dalam operasional bisnis menenjemen ritel karena terkait dengan pengelolaan barang dagangan ( merchandising ).
Merchandising adalah proses perencanaan susunan produk atau merchandise pada took ritrl, dan memastikan produk yang benar tersedia untuk konsumen yang ditargrtkan.
Terdapat beberapa factor yang harus diperhatilkan dalam perencanaan produk, yaitu : peramalan, inovasi, keragaman, produk, merek dan alokasi.

Bagaimnapun bagusnya barang dagangan dipajang ditoko , jika pelanggan tidak menemukan barang atau produk kebutuhan yang dicarinya karena kehabisan persediaan maka citra took ttersebut akan jatuh.
Kebijakan harga peritel adalah factor positioning yang sangat penting yang harus dipusatkan dalam kaitannya dengan pasar sasaran, bauran produk dan layanan yang diberikan, dan persaingan yang dihadapi. pengecer juga harus mempraktrkan taktik penetapan harga.
4 factor yang mempengaruhi strategi penetapan harga pada perusahaan ritel, diantaranya : konsumen, pemerintah, pabrik, dan pesaing.
Lokasi pengecer adalah kunci bagi kemampuannya menarik pelanggan. Pada lokasi yang tepat, sebuah gerai akan lebih sukses dibanding yang lainnya, meskipun keduanya menjual produk yang sama, oleh pramuniaga yang sama banyak dan terampil, dan sama-sama punya seting yang bagus. Perusahaan ritel memiliki tiga dasar pilihan lokasi yaitu: pusat perbelanjaan, lokasi dikota atau di tengah kota, maupun kota kecil dan lokasi bebas.

Persedian barang dan kehabisan stock adalah factor yang penting dalam merchandising maupun dalam aktifitas promosi / even. Memastikan toko mempunyai cukup barang yang dipajang untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dapat menentukan jika promosi akan sukses.
Persediaan dapat didefinisikan sebagai semua stock yang ada ( stock in hand ) pada waktu yang telah ditetapkan, termasuk barang dirak tampialan ( rak display ) dan yang ada di ruang belakang area aman lainnya ( gudang toko ). Melakukan persediaan ( stocking ) adalah merupakan aktivitas dalam menggabungkan semua daftar barang dagangan yang saat ini berada di dalam ritel 9 list of merchandise ).
Fungsi pokok menejemen persediaan adalah memastikan bahwa toko mempunyai produk yang tepat di tempat yang tepat dan waktu yang tepat.
Peritel yang baik harus melakukan pencatatan yang teratur terhadap penjualan maupun persediaanya.

Metode pencatatan barang dapat dilakukan dengan  dua metode yaitu metode fisik dan metode perpetual.
1. Metode fisik atau metode periodic ( Physical Invontry Method )
Metode fisik artinya pencatatan yang berkaitan dengan persediaan barang dagangan yang tidak dilakukan secara kontinyu, sehingga barang dagangan akhir dihitung secara fisik yang ada digudang.

2. Metode perpetual atau metode terus-menerus ( Prepetual Invontry Method )
Metode perpetual artinya pencatatan yang berkaitan dengan persediaan barang dagangan yang dilakukan secara kontinu, sehingga bila terjadi pembeliaan akan menambah persediaan barang dagangan dan bila terjadi penjualan akan mengurangi persediaan barang dagangan.


















 






 

Minggu, 21 Juli 2013

JR 6 # " CASH FLOW "

 A. Pengertian Cash Flow

Cash flow ( aliran kas ) merupakan sejumlah uang kas yang keluar dan yang masuk sebagai akiba dari aktivitas perusahaan dengan kata lain adalah aliran kas yang terdiri dari aliran masuk dalam perusahaan dan aliran kas keluar perusahaan serta berapa saldonya setiap periode.
Hal utama yang perlu selalu diperhatikan yang mendasar dalam mengaatur arus kas adalah memahami dengan jelas fungsi dana / uang yang kita miliki, kita simpan atau kita infestasikan.


Secara sederhana fungsi dana / uang itu dibagi menjadi tiga, yaitu :
  • Fungsi likuiditas, yaitu dana yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan dapat dicairkan dalam waktu singkat relative tanpa ada pengurangan investasi awal.
  • Fungsi anti inflasi, yaitu dana yang disimpan guna mengurangi resiko penurunan pada daya beli di masa dating yang dapat di cairkan dengan relative cepat.
  • Capital growth, dana yang diperuntukan untuk penambahan / perkembangan kekeayaaan dengan jangka waktu relative panjang,
Laporan arus kas (cash flow ) mengandung dua macam aliran / arus kas yaitu :
  1. Cash inflow, adalah arus kas yang terdiri dari kegiatan transaksi yang melahirkan keuntungan kas (penerimaan kas ). Arus kas masuk terdiri dari :
  • Hasil penjualan produk / jasa perusahaan
  • Penagihan piutang dari penjualan kridit
  • Penjualan aktiva tetap yang ada.
  • Penerimaan investasi dari pemilik atau saham bial perseroan terbatas.
  • Pinjam / hutang dari pihak lain.
  • Penerimaan sewa dan pendapatan lain.
2. Cash out flow, adalah arus kas yang terjadi dari kegiatan transaksi yang mengakibatkan beban pengeluaran kas keluar ( cash out flow ) terdiri dari :
  • Pengeluaran biaya bahan baku, tenaga kerja langsung dan biya pabrik lain-lain.
  • Pengeluaran biaya administrasi umum dan administrasi penjualan.
  • Pembelian aktiva tetap.
  • Pembayaran kembali investasi dari pemilik perusahaan.
  • Pembayaran pajak, sewa, deviden, bunga dan pengeluaran lin-lain.
Laporan arus kas ini memberikan informasi yang relevan tentang penerimaan dan pengeluran kas dari perusahaan dari satu periode tertentu, dengan mengklasifikasikan transaksi berdasarkan pada kegiatan operasi, investasi dan pendanaan.
 
B. Manfaat kegunaan dalam menyusun estimasi cash flow
  • Memberikan seluruh rencana penerimaan kas yang berhubungan dengan rencana keuangan usaha dan transaksi yang menyebabkan perubahan kas.
  • Sebagi dasar untuk menaksir kebutuhan dana untuk masa yang akan dating dan memperkirakan jangka waktu pengambilan kredit.
  • Membantu untuk mengambil keputusan kebijakan finansial.
  • Dapat melihat kemampuan usaha Anda untuk membayar kredit yang diberikan kepadanya sebagai kreditur.
C. Cash flow mempunyai beberapa keterbatasan-keterbatasan antara lain :
  • Komposisi penerimaan dan pengeluaran yang dimasukan dalam cash flow hanya yang bersifat tunai.
  • Perusahaan hanya berpusat pada target yang mungkin kurang fleksibel.
  • Apabila terjadi perubahan pada situasa internal maupun eksternal dari perusahaan yang dapat mempengaruhi estimasi arus kas masuk dan keluar yang seharusnya di perhatikan maka akn terhambat karena manager hanya akan terfocus dengan budet kas misalnya : kondisi ekonomi yang kurang stabil, terlambatnya customer dalam memenuhi kewajibannya.
D. Manfaat informasi arus kas
  • Informasi arus kas berguna sebagai indikatorjumlah arus kas dimasa yang akan dating, serta berguna untuk menilai kecermatan atas transaksi arus kas yang telah dibuat selanjutany.
  • Laporan arus kas juga menjadi alat pertanggungjawaban arus kas masuk dan arus kas keluar selama periode pelaporan.
  • apabila dikaitkan dengan laporan keuangan lainnya, laporan arus kas memberikan informasi yang bermanfaat bagi pengguna laporan dalam mengevaluasi perubahan keyakinan bersih /ekuitas. Dana suatu entitas pelapor dan struktur keungan pemerintah (termasuk likuiditas dan solvabilitas ).

Selasa, 16 Juli 2013

JR # 5 " PENERAPAN BUDAYA KERJA 5R DI BISNIS RITEL "

Dalam jurnal kali ini pembahasan materi mengenai penerapan budaya kerja 5R. 5R di kenal sebagai salah satu budaya kerja dari Negara Jepang yang sudah di adopsi oleh beberapa perusahaan di beberapa Negara yang bermanfaat sebagai suatu teknik dalam meningkatkan suatu mutu perusahaan. Jika 5R sering dianggap tool yang cocok diterapkan di area pabrik, 5R juga sangat cocok diterapkan di bisnis ritel dan jasa-jasa lainnya.



Budaya kerja orang Jepang terdiri dari 5S yaitu :

1. Seiri / Straight Up
2. Seiton / Set In Order
3. Shitsuke / Sustain
4. Seiketsu / Standardize
5. Seiso / Shine, Clean Up




5S diterjemahkan dalam bahasa dunia salah satunya adalah bahasa Indonesia, yang kemudian dikenal dengan budaya kerja 5R.
Selah mempelajari budaya kerja 5R ( Ringkas, Rapi, Resik, Rawat dan Rajin ). Dan terjun langsung ke lapangan mengamati beberapa toko. Banyak pelajaran dan pengetahuan yang saya dapatkan. Untuk mendapatkan lingkungan yang berkualitas dan bermutu dalam sebuah bisnis ritel diperlukan adanya penerapan 5R.
 
Salah satu contoh bisnis ritel yang menerapkan budaya 5R adalah toserba Market Place. Untuk mendapatkan data secara akurat saya survey secara langsung, kebetulan lokasi Market Place tidak jauh dari tempat tinggal saya jalan kaki kurang lebih 1 km.
 
Market place ini terletak dilantai satu. Lantai dasar merupakan agen-agen property, clinic, kantor post, dan toserba manings.
 
Tahap penerapan 5R

 
 
1. Ringkas  ( Seiri / Short )
 
Prinsip kerja ringkas adalah prinsip kerja dalam memilih barang berdasarkan :
 
  • frekuensi pemakaian barang, dan
  • fungsi barang

Sehingga kita bias meringkas barang-barang agar ruang terlihat lebih luas dan mencegah adanya barang yang tidak terpakai yang hanya akan membuat ruang menjadi sempit dan berantakan.

Seorang petugas Market Place sedang merapihkan dan memilih buah / produk barang yang mendekati kadaluarsa, untuk diseleksi lagi apakah masih pantas dijual atau tidak, tentu harganya tidak seperti harga yang sebenarnya, biasanya harganya lebih murah dari harga aslinya. Dan membuang barang / produk yang tidak layak jual karena kemasan rusak atau kadaluarsa. Dan mengecek lebel produk disetiap rak barang.






2. Rapi ( Seiton / Set In Order )

 Dengan penataan tata letak yang rapi dan barang-barang diletakan sesuai jenisnya, ini akan memudahkan konsumen untuk mencari barang / produk yang mereka inginkan dan butuhkan. Dengan penataan yang rapi maka akan menarik calon pembeli untuk datang dan berbelanja.
Selain produk obat-obatan, pembersih rumah, kecantikan ada beberapa jenis makanan yang disediakan di bisnis ritel supermarket diantaranya :
  • Jenis makanan mentah, diantaranya daging dan ikan.
  • Jenis makanan siap pakai / matangm diantaranya minuman, makanan ringan dan bakery
  • Makanan segar, diantaranya sayuran dan buah.
Dalam penataan barang yang sering dicari, dibutuhkan dan diperlukan diletakan di bagian / rak yang mudah diliat dan mudah dijangkau / strategis. Sementara untuk barang-barang yang jarang dicari diletakan dibagian dalam. Dan menata serta meletakan barang-barang yang berat diletakan dibagian rak bawah dengan maksud agar lebih aman. Menerapkan budaya rapi untuka para pegawai agar disiplin menggunakan baju seragam jika jam kerja sedang berlangsung.



Prinsip kerja rapi akan memberikan keuntungan berupa :
  • Lebih mudah dalam proses pencarian barang
  • Mempermudah penghitungan stock barang yang diperlukan.
  • Ruang kerja terlihat lebih rapi dan membuat suasana kerja lebih kondusif.

3. Resik ( Seiso / Shine )

Seorang petugas kebersihan  yang bertugas bertanggung jawab dalam hal kebersihan komplek. Kebersihan area pun selalu terjaga menjadikan pengunjung merasa nyaman.

Kebersihan pada lingkunagan kerja akan memberikan keuntungan berupa :
  • Meningkatkan semangat kerja
  •  Kualitas barang yang digunakan menjadi lebih awet dan   bagus.
  •  Peningkatkan nilai citra bisnis ritel / perusahaan pada para pelanggan yang datang.

4. Rawat ( Seiketsu / Standardize )

Yang dimaksud rawat disini adalah proses pekerjaan dimana memiliki standar dalam melakukan hal yang menyangkut pekerjaan. Dalam artian melakukan pekerjaan yang tidak semestinya dikerjakan. Sebagai contoh merawat fasilitas yang ada agar senantiasa terjaga dan tahan lama dalam penggunaannya.
Prinsip kerja rawat lebih tertuju pada individu untuk terus menerapkan dan melakukan pengawasan terhadap prinsip kerja ringkas, rapi dan resik.

5. Rajin (Shitsuke / Sustain )

Rajin disini mengarah pada masing-masing individu dalam melakukan kegiatan kerja dan menjalankan tugas-tugasnya. Jadi lebih kepada sumber daya amnusianya.

Terkadang kita juga menemukan toko yang tidak menerapkan prinsip kerja budaya 5R dalam menjalankan bisnis ritelnya, yaitu :

1. Tidak menerapkan budaya ringkas
  •  Akibatnya terjadi penumpukan barang, sehingga mngganggu kenyamanan dan keamanan di area.
  • Adanya barang yang tidak diletakan pada tempatnya dengan area yang sudah sempit akan semakin sempit, dengan adanya hal tersebut ini akan mengganggu kenyamanan pengunjung.
2. Tidak menenrapkan budaya rapi

  • Penataan barang yang tidak rapi akan mengganggu pemandangan dan akan mengurangi keinginan untuk pengunjung mengunjungi took tersebut.
  • Barang yang tercampur aduk penataannya akan menyulitkan pengunjung untuk mencari barang yang mereka butuhkan dan perlukan. 
3. Tidak menerapkan budaya resik

Ini akan berakibat pada mengurangnya jumlah pengunjung, karena :
  • Banyak debu dan kotoran yang menempel atau yang ada di sekitar produk akan berakibat mengurangi daya beli pengunjung.
  • Ruang yang berantakan ddan tidak tertata akan menimbulkan system kerja yang tidak efisien.
  • Adanya kotoran dan debu yang tidak segera dibersihkan akan mengundang banyak lalat sehingga akan mengganggu kesehatan.
4. Tidak menerapkan budaya rawat

Fasilitas yang mendukung kegiatan dan aktifitas bisnis ritel diantaranya troli, keranjang barang, rak penyimpanan barang, dan mesin kasir jika tidak dirawat setelah penggunaannya maka akan mengakibatkan fasilitas tersebut cepat rusak.

5. Tidak menempatkan budaya rajin

Budaya rajin lebih tertuju ke personalnya, yaitu sumber daya manusinya. Jika sebagai petugas pelayanan tidak menerapkan budaya rajin, maka ini akan mempengaruhi kedisiplinan dalam bekerja maka akan berakibat pada usaha atau bisnis yang dijalanai akan semakin merosot perkembangannya.

 










 

 
 

Kamis, 11 Juli 2013

JR # 4 " BOOTSTRAPPING "



Bootstrapping atau butstrap adalah situasi dimana seorang pengusaha memulai usahanya dengan modal kecil. Senggga individu dikatakan booting tegap ketika ia mencoba untuk menemukan dan membangun usahanya dari keuangan pribadi atau dari pendapatan usaha yang baru, misalnya dari sodara atau teman.
Bootstrap adalah salah satu cara yang paling efektif dan murah untuk memastikan bisnis arus ke positif. Bootstrap berarti sedikit uang harus dipinjam dan biaya bunga berkurang.
Bagaimna mencari modal atau dana untuk bisnis anda dengan metode bootstrap? yaitu, dengan kridit perdagangan adalah salah satu cara memaksimalkan sumber daya keuangn anda untuk jangka pendek. Untuk jangka panjang biasanya pemasok memberikan kridit kepada pelanggan regular selama 30, 60, atau 90 hari tanpa pengisian bunga. Namun ketika kita memulai pertama kali membuka bisnis Pemasok biasanya ingin setiap COD (Cash On Delivery ) sampai anda telah ditetapkan bahwa Anda dapat membayar tagihan Anda tepat waktu. Sementara ini adalah cukup praktek normal, dalam rangka untuk mengumpulkan uang saat sartup, Kita harus mencoba untuk bernegosiasi secara kridit perdaganan dengan pemasok. Salah satu hal yang akan membantu kita dalam negosiasi adalah memiliki memiliki rencana keuangan tertulis.

Memulai suatu usaha baru dengan melakukan bootstrapping ada beberapa keuntungan :

1. Tidak ada beban bunga hutang. Walaupun ada biasanya sangat negotiable dan kecil apalagi kalau sebagian besar berasal dari kantong sendiri. Dengan tidak ada beban bunga maka usaha yang dijalankan akan ringan beban costnya dan dapat menurunkan harga jual.

2. Mengurangi campur tangan orang lain. Baik dari sisi menejemen maupun pembagian keuntungan, dengan demikian ide anda 100% akan dapat diterapkan disini, semangat entrepreneurship masih ada ditangan anda secara utuh.

3. Jangka pengembalian modal fleksibel. karena berasal dari saudara san teman, jangka waktu pengembaliaan dapat diatur sesuai kemampuan dan tingakt kemajuan usaha.

Kelemahan dari metode bootstrap, adalah

1. Untuk mengumpulkan modal dari beberapa orang membutuhkan  waktu, dan bias mengganggu konsentrasi ke usaha.
2. Dalam jangka panjang hutang kepada teman atau saudara menimbulkan perasaan hutang budi, walaupun hutang sudah dilunasi.

Dengan metode bootstrapping ini Anda dapat memulai usaha dan mewujudkan ide, walaupun itu usaha sekala kecil bila dilakukan dengan benar tidak mustahil akan berkembang suatu saat.

 

Kamis, 04 Juli 2013

JR # 3 " ANALISIS SWOT UNTUK BISNIS GROSIR "

Analisis SWOT adalah metode perencanaan strategi yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan [ strangtht ], kelemahan [weaknesses ], peluang [opportunites ] dan ancaman [ threats ].
Tujuan dan dasar dari SWOT adalah jujur saat menyatakan kekuatan dan kelemahan bisnis dan menemukan peluang dan ancaman. Kekuatan dan ancaman adalah kesempatan sementara internal dan ancaman adalah faktor eksternal.
 1. Kekuatan
Kekuatan adalah hal utama yang harus dipertimbangkan ketika menganalisis SWOT adalah kekuatan dari sbuah bisnis.Kekuatan bisnis Anda dapat menjadi keunggulan kompetitif jika sepenuhnya dimaksimalkan.

Kekuatan bisnis dapat dibagi menjadi dua;
Kekuatan internal dan eksternal. Kekuatan internal adalah orang-orang bisnis yang memiliki total kontrol atas. Diantaranya nama merk, hubungan bisnis, modal dasar, tim manajemen, loyalitas pelanggan, hak eksklusif, paten, merek dagang atau perlindungan hak cipta.

Kekuatan eksternal adalah kesempatan yang dimanfaatkan untuk menciptakan keunggulan kompetitif, termasuk tren, situasi politik,situasi ekonomi, dan kebajikan pemerintah. Apapun yang menempatkan bisnis pada keuntungan adalah kekuatan.

Untuk mendapatkan efektivitas yang maksimal, kita harus menggunakan kekuatan kita pada kapasitas penuh untuk mengeksploitasi kelemahan pesaing.

2. Kelemahan
Kelemahan bisnis adalah celah yang bisa dimanfaatkan pesaing jika ditemukan.jadi harus menyembunyikan kelemahan dan bekerja untuk memperkuat usaha.

3. Peluang
Peluang adalah hanya faktor atau situasi yang dapat dimanfaatkan untuk mendapat keuntungan yang tidak semestinya atas pesaing

Tugas seorang pengusaha adalah untuk mengidentifikasi peluang dan mengkonversi mereka, mereka mungkin berubah menjadi ancaman atau kelemahan bisnis.

4. Ancaman
Faktor terakhir tapi yang paling penting untuk dipertimbangkan saat melakukan analisis SWOT adalah ancaman bisnis, karena jika diabaikan bisnis akan hancur. Bisnis ancaman faktor yang membuat bisnis terancam punah jika tidak diatasi.

Analisis SWOT adalah penting dalam menentukan ketrampilan ditangkap dan keahlian untuk mengurangi resikodalam mendukung bisnis grosir. Hal ini memungkinkan grosir untuk mengembangkan teknik dan rencana tata letak dalam beberapa pesanan untuk mencapai keberhasilan.



Berada di bisnis grosir berarti memiliki banyak pesaing, dan banyak pilihan sumber daya, pemasok dan distributor.Dengan demikian harus mengembangkan bisnis yang tersisia dalam kompetisi persaingan antar pembisnis.Alat analisis yang kuat karena memeperkenalkan peluang yang dapat memanfaatkan dan mengelola ancaman dapat mengatasi kelemahan. Ini kerangka kerja praktis membantu dalam mengembangkanstrategi bisnis mengenai produk grosir.

Analisis SWOT memberikan wawasan yang mendalam dalam sebuah bisnis dan memungkinkan untuk mengembangkan bisnis. Pertumbuhan dan ekspansi menjadikan perbaikan dan kemampuan untuk berbaris di depan pesaing.

Sebuah analisis SWOT yang realistis memberikan kemampuan membaca masa depan yang jelas. Ketika dapat meramalkan ancama, kelemahan, dan kekuatan mengukur dan rencana untuk bertindak sesuai dengan kesempatan.

Mencapai kesuksesan melalui spesifik perencanaan strategidan bekerja konsisten. Perusahaan grosir besar selalu menyertakan analisis SWOT dalam perencanaan strategi mereka untuk mendapatkan kesuksesan dalam bisnis grosir.

Kesimpulannya, dari ke empat kunci analisis SWOT adalah dapat memanfaatkan untuk mendapatkan bentengpada bentuk usaha apapun. Menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman terus-menerus akan membantu suatu bisnis tetap di depan permainan dalam sebuah bisnis.

Jumat, 28 Juni 2013

JR # 2 " INOVASI DAN PELUANG "

Serba - Serbi Usaha Motor




Untuk memulai sebuah usaha dibutuhkan niat dan tekad yang kuat disamping juga modal. Bicara masalah uang berapapun jumlahnya jika tidak di pergunakan dan dimanfaatkan dengan baik dia akan cepat habis bagaikan air yang mengalir. Agar uang bisa berkembang berlipat-lipat gunakan saja sebagai modal wirausaha, dari pada hanya dimasukan ke dalam rekening bank atau diinvestasikan dalam bentuk perhiasaan atau emas saja. Memang resiko berwirausaha sangat tinggi. Jika tidak mampu mengelolanya dengan baik maka akan bisa menimbulkan kerugian. Namun sebaliknya jika Anda memiliki jiwa seorang enterpreneur dan punya jiwa yang tinggi untuk berwirausaha, untung besar pasti sudah anda raih dalam jangka waktu yang cukup singkat.

Mari kita lirik usaha bengkel motor. Usaha bengkel motor merupakan salah satu jenis usaha bisnis yang memiliki peluang pasar yang cukup besar, dikawasan manapun lokasi tersebut dibuka, baik dikota maupun dikawasan pedesaan. Hal ini disebabkan para pemilik kendaraan bermotor roda dua cukup banyak kita temukan. Intensitas pemilik kendaraan bermotor dikampung dan di kota hampir tak jauh berbeda.
Di Indonesia bias dikatakan kendaraan umum dari penduduknya adalah masih menggunakan motor.
Pangsa pasar dari usaha ini sangatlah besar. Apalagi sepeda motor adalah sebuah benda yang menjadi sebuah kebutuhan praktis dan vital bagi masyarakat dewasa ini. Jumlah penjualan sepeda motor setiap tahunnya selalu naik. Dari Data Asosiasi Sepeda Motor Indonesia total penjualan sepeda motor pada tahun 2012, lebih dari 90 ribu unit, baik untuk kebutuhan domestic dan ekspor. Lonjakan populasi pengguna sepeda motor yang terus meningkat dari waktu ke waktu berpengaruh juga terhadap jasa servicenya. Kecenderungan masyarakat akan kebutuhan sepeda motor didorong oleh kegesitan dan kelincahan motor dalam menghadapi daerah-daerah yang macet. Selain itu jasa kredit memberikan cukup kemudahan bagi pembeli motor untuk mencicil. Dijamin usaha yang berkaitan dengan sepeda motor yang menjamur, terutama usaha cuci motor dan helm, masih membutuhkan banyak usah sejenis karena lubernya dan meluapnya konsumen yang datang. Dari peluang bisnis sepeda motor ini kita juga bias mendirikan sebuah kantin, tambal ban, menjual asesories, dan fasilisator jual beli motor.

Dalam bisnis selalu ada persaingan.Tidak perlu khawatir ditinggalkan pelanggan, yang penting adalah kualitas pelayanan dan hasil yang memuaskan, pelanggan pasti akan selalu menggunakan jasa anda.  Dalam usaha cuci motor dan helm, kecepatan dan ketepatan adalah yang utama. Kualitas pelayanan tergantung pada sumber daya manusia atau karyamwan. Pilihlah orang-orang yang memang siap bekerja keras, jujur, ramah dan telaten. Karyawan harus diberi pelatihan pengerjaan proses dari awal sampai akhir.
Sebagai usaha yang memiliki prospek cerah  pemilihan lokasi usaha harus menjadi pertimbangan utama. lokasi sekitar  kampus, perkantoran dan lahan parker mall misalnya bias dijadikan tempat potensi mengeruk untung. Dan sebaiknya anda jeli menentukan tempat usaha yang strategis misalnya saja di tepi jalan utama, yang sering dilewati pengendara sepeda motor. Selain itu jangan lupa juga untuk melakukan promosi dengan memberikan jaminan after sale kepada konsumen selama sebulan. Selain itu bias juga dengan  memberikan discon suku cadang. Sementara alat promosinya menggunakan spanduk yang dipasang didepan bengkel atau bias juga dengan menyebarkan brosur disekitar lokasi usaha.

Kamis, 06 Juni 2013

JURNAL # 1 '' BILLIONAIRE MOVIE ''




 Video ini menginspirasi dan menceritakan perjalanan serta perjuangan hidup seorang pembisnis yang sukses bernama ''Top Ittipat''. Seorang pelajar yang hobby bermain game online, hingga selalu mendapat teguran gurunya di sekolah. Dengan kegigihan dan semangatnya yang kuat Top merubah dirinya dengan mencoba berbagai jenis usaha tetapi selalu gagal. Semangat Top tak pernah padam dan tak putus asa, gigih dan berusaha keras, tidak mudah menyerah. Awal mula usahanya Top berjualan chestnuts, Top melakukan serangkaian survey pasar dengan mendatangi setiap pedagang chestnuts yang ia jumpai di sepanjang jalan yang ia lalui, agar chastnuts yang Top jual memenuhi standar konsumen inginkan.

Jiwa seorang enterpreneur membawa Top ke puncak sukses dengan memproduksi rumput laut menjadu makanan ringan, dengan penjualan terlaris rumput laut di Thailand, dan di ekspor ke berbagai negara.