Kamis, 13 Februari 2014

JR REFLEKSI 10 # '' MANAJEMEN PRODUK ''

Manajemen produksi merupakan Salah satu bagian dari bidang manajemen yang mempunyai peran dalam mengoordinasikan berbagai kegiatan untuk mencapai tujuan. Untuk mengatur kegiatan ini, perlu dibuat keputusan-keputusan yang berhubungan dengan usaha-usaha untuk mencapai tujuan agar barang dan jasa yang dihasilkan sesuai dengan apa yang direncanakan. Denagn demikian, manajemen produksi menyangkut pengambilan keputusan yang berhubungan dengan proses produksi untuk mencapai tujuan organisasi atau perusahaan.

Tugas dari manajemen produksi ada dua, yaitu;
  1. Merancang system produksi
  2. Mengoperasikan suatu system produksi untuk memenuhi persyaratan produksi yang ditentukan.
Pengertian Produksi

Produksi adalah kegiatan perusahaan yang mengahsilakan barang-barang atau jasa yang menghasilkan bahan-bahan atau sumber factor produksi dengan tujuan untuk dijual lagi. Pengertian ini dapat memperluas lagi artinya dan fungsinya manajer dalam system produksi.

Proses Produksi

Adapun proses produksi menurut berbagai macam bagian dapat dibagi menjadi empat, yakni ;
  • Sifat Produksi
Sifat produksi menjadi suatu proses produksi dari suatu produk tertentu akan lain dengan sifat produk yang berbeda. Hal ini biasanya dibedakan apakah produk yang akan diproduksi mencerminkan sifat khusus dari konsumsi pembeli ( spesifik ), ataukah produk yang akan diproduksi merupakan produk standar yang didasrkan pada keputusan perusahaan.
  • Produk Spesifik
Kalo pembeli menginginkan spesifikasi dari barang tertentu sedangkan jumlahnya hanya terbatas, maka proses produksi yang akan dipakai adalah proses produksi pesanan. Contohnya ; produk meuble, pakaian, sepatu dll.
  • Produk Standar
Produk standar yang akan menjadi keputusan perusahaan akan mengakibatkan proses produksi yang digunakan akan berbeda dengan proses produksi  untuk pesanan.
Sebab, perusahaan yang membuat produk standar berarti perusahaan tersebut membuat membuat produk yang ukurannya standar dan jumlahnya sangat banyak karena bertujuan untuk persediaan atau dikirimkan kepada pembeli atau penyalur.
Contohnya; televise, lemari es, pakaian dsb.
Kalau proses produksi yang dipilih perusahaan adalah proses produksi standar maka perusahaan diharuskan menyediakan danayang besar untuk penyimpanan, penanggungan resiko turunnyan harga maupun kualitas dan biaya pemeliharayang cukup besar.
  • Tipe Proses Produksi
Tipe proses pr\oduiksi ditinjau dari bahan mentah sampai menjadi barang yang dapat diperguankan.
Tipe proses produksi dibedakan menjadi dua, yaitu
  1. Tipe produksi terus menerus ( Continuous Process ). Contohnya ; terjadi pada industry-industry yang mempunyai hanya satu shift produksi seperti perusahaan tekstil, mobil, semen dsb.
  2. Tipe proses produksi terputus-putus  ( Intermiten ). Contohnya; terjadi pada perusahaan yang membuat barang tergantung ndari pesanankonsumen seperti meubel, pengecoran logam, pakaian dsb.
Manfaat Yang Diciptakan

Berdasarkan manfaat yang diciptakan bias dilakukan dengan cara yang berbeda-beda tergantung manfaat dapat dibagi menjadi 5 (lima ) manfaat, yaitu;
  1. Manfaat Dasar ( Primary Utility ). Manfaat dasar akan terjadi jika kegiatan yang dilakukan perusahaan merupaka kegiatan yang bergerak dalam bidang pengambialan dan penyediaan barang-barang atau hasil-hasil dari sumber yang sudah tersedia oleh alam. Misalnya perusahaan tambang, perikanan dll.
  2. Manfaat Bentuk ( Form utility ). Proses produksi yang menciptakan proses bentuk adalah meubel. Proses ini terjadi setelah manfaat dasar dilakukan, kemudian baru dilakukan proses selanjutanya untuk menciptakan manfaat yang lebih baik lagi.
  3. Manfaat Waktu ( Time Utility ). Manfaat waktu dihubungkan dengan kenaikan nilai barang yang mempunyai selisih waktu, misalnya disimpan dipergudangan ( bulog ) setelah harga-harga naik makan beras yang tidak habis dalam masa turunnya harhga krarna waktu berjalan terus makan menyebabkan nilai beras tersebut bertambah.
  4. Manfaat Tempat ( Place Utility ). Manfaat tempat dapat kita liat pada perusahaan transportasi. perusahaan transportasi seperti kereta api, truk, kapal maupun perpesawatan menyebabkan bertambanhnya manfaat barang yang dipindahkan tersebut, Contoh; hasil-hasil pertanian yang dinagkut dari desa.
  5. Manfaat Kepemilikan ( Owenership Utility ). Manfaat kepemilikan adalah usaha untuk memindahkan barang dari hak milik orang yang satu ke orang yang lain, dsb
Teknik Proses Produksi

Pengelolaan proses produksi menurut teknik atau sifat proses produksi akan menetukan jenbis atau bentuk pokok yang dipakai dalam proses produksi. berdasrkan tekniknya dapat dibagi menjadi beberapa macsm, yaitu;
  • Proses Ekstraktif
Yaitu proses produksin yang dilakukan dengan cara mengambila langsung dari sumber alam yang telah tersedian. Misalnya proses penebangan, perikanan, perkebunan dsb.
  • Proses Analitis
Yaitu proses untuk menguiraikan atau memisahkan dari satu bahan mentah tertentu menjadi beberapa macam bentuk ytang menerupai aslinya. Contoh; PERTAMINA.

  • Proses Pabrikasi
Prosesnya sama dengan peroses analitis, tetapi menggunakan alat seperti mesin dan bentuknya tidak harus sama dengan aslinya, seperti pakaian, meubel, sepatu dll.
  • Proses Sintetis
Yaitu proses pengkombinasian dari beberapa bahan dalam suatu bentuk produk. Contohnya; perusahaan kimia, obat-obatan, kaca, gelas dsb.
  • Proses Assembeling
Yaitu merangkaikan beberapa produk jadi atau setengah jadi menjadi produk baru tanpa merubah bentuk fisik susunan kimiawinya. Contohnya perusahaan karoseri, mobil, dsb.

Aspek-Aspek Manajemen Produksi

Aspek-aspek manajemen produksi meliputi;
  • Perencanaan Produksi
Bertujuan agar dilakukannya persiapan yang sistematis bagi produksi yang akan dijalankan. keputusan yang aharuis dihadapi dalam perncanaan produksi, antara lain;
  1. Jenis barang yang diproduksi
  2. Kualitas barang
  3. Jumlah barang
  4. Bahan baku
  5. Pengendalian produksi
  • Pengendalian Produksi
Bertujaun agar mencapai hasil yang maksimal demi biaya soptimal mungkin. Adapun kegiatan yang dilakukan antara lain;
  1. Menyusun perencanaan
  2. Membuat penjadwalan kerja
  3. Menentukan kepada siapa barang ytang akan dipasarkan
  • Pengawasan Produksi
Bertujuan agar pelaksanaan kegiatan dapay berjalan sesuai dengan rencana. Kegiatannya meliputi;
  1. Menetapkan kualitas
  2. Menetapkan standar barang
  3. Pelaksanaan produksi yang tepat waktu.
Pengambilan Keputusan Dalam Manajemen Produksi

Merupakan kemampuan untuk mendefinisikan masalah dan menentukan cara terbaik dalam memecahkannya. Kemampuan membuat keputusan adalah yang paling utama bagi seorang manajer, terutama bagi kelompok manjer atas ( tpop manajer ). Griffin mengajukan tiga langkah dalam pembuatan keputusan.
  1. Seorang manajer harus mendefinikan masalah dan mencari berbagai alternative yang dapat diambil untuk menyelesaikannya.
  2. Manajer harus mengevaluasi setiap alternatif yang ada dan memilih sebuah alternative yang dianggap paling baik.
  3. Manajer harus mengimplementasikan alternative yang telah ia pilih serta mengawasi dan mengevaluasinya agar tetap berada di jalur yang benar.
Jika diliahat dari keputusan yang harus diambil maka dibedakan menjadi;
  1. Pengambialan keputusan atas peristiwa yang pasti
  2. Pengambialn keputusan atas peristiwa yang mengandung resiko
  3. Pengambialn keputusan atas peristiwa yang tidak pasti
  4. Pengambialn keputusan atas peristiwayang timbuil karena pertentangan dengan keadaan lain.
Ruang Lingkup Manajemen Produksi
  1. Perencanaan system produksi
  2. Perencanaan operasi dan system pengendalian produksi
Fungsi Dan Sistem Produksi Dan Operasi

Yang dimaksud dengan system adalah merupakan suatu rangkaian unsur-unsur yang salaing terkait tergantung dan saling pengaruh-mempengaruhi satu dengan yang lainnya, yang keseluruhannya merupakan suatu kesatuan bagi pelaksanaan kegiatan  bagi pencapaian suatu tujuan tertentu.
Sedangkan yang dimaksud dengan system produksi dan operasinadalah suatu keterkaitan unsur-unsur yang berbeda scara terpadu, menyatu dan menyeluruh dalampentransformasian masukan menjadi keluaran.

Sistem produksi tidak hanya terdapat pada industry manufaktur, tetapi juga dalam industry jasa seperti perbankan, asuransi, pasar swalayan dan rumah sakit. Sistem produksi dan operasi dalam industry jasa menggunakan bauran yang berbeda dari masukan yang diperguanakan dalam indusrti manufaktur.
Sebagai contoh suatu perusahaan telekomunikasi dalam pengoperasiannya membutuhkan modal untuk suku cadang dan komponen elektronika serta peralatan yang terdapat dalamn suatu bangunan, disamping peralatan transmissi suara melalui system kabel, menara microwave, station, computers, dan operator telepon.

Selasa, 11 Februari 2014

JR REFLEKSI 9 # '' PENENTUAN HARGA ''

A. PENGERTIAN

  • Harga (prince ) merupakan nilai tukar atas produk atau jasa.
  • Harga adalah jumlah nilai yang dipertukarkan para konsuymen untuk mencapai manfaat penggunaan produk atau jasa, misalnya ;
  1. Harga mobil, rumah, computer, tas
  2. Harga tiket pesawat, kereta api dan bus.
  3. Harga sewa rumah dan sewa mobil.
  4. Harga tenaga kerja.
Apabila usahawan mampu menetapkan harga dengan tepat maka ;
  • Volume penjualan meningkat
  • Citra produksi dan perusahaan membaik
  • Posisis pasar menguntungkan
  • Hubungan masyarakat bertambah baik
  • Makin sedikit interverensi pemerintah

  • Harga berkolerasi dengan produk dan kualitas
  • Presepsi-presepsi konsumen tentang kualitas dapat dipengaruhi oleh beberapa factor, diantaranya ;
  1. Reputasi took yang menjualnya
  2. Pengiklanan
  3. Variabel lain



C. KEBIJAKSANAAN PENENTUAN HARGA                                                                            
  • Terdapat ( 6 ) enam kebijaksanaan penentuan harga yaitu ;Penentuan harga produk baru ( New Product Pricing )
  1. Prince Skimming
  2. Penetration Pricing
  • Potonagn harga ( Price Discounts )
  1. Quantity Discounts
  2. Seasional Discounts
  3. Cash Discounts
  • Prince Lining
  • Transfer Princing
  • Princing in Times of Uncertaint
  • Geograpic Price Consideration
  1. Penatapan harga FOB ( Free On Board )
  2. Uniform-Delivered Pricing
  3. Fright-Absarption Price
D. TIPE PENETAPAN HARGA BERDASARKAN BIAYA
 
  1. Mark Up Pricing
  2. Variabel Cost Pricing
  3. Break Event Pricing
Mark Up Pricing
 
Mark up pricing merupakan penetapan harga, dimana harga tertentu ditetapkan dengan jelas menambahkan suatu prosentase tetap diatas biaya produksi. Mark up pricing berbeda-beda dalam suatu swalayan, karena ;
  1. Adanya persaingan dalam kelas produk yang ada
  2. Volme penjualan produk tersebut
  3. Resiko yang terjadi dalam menjual masing-masing produk
Mark up merupakan perbedaan antara biaya produksi dengan harga penjualan ( suatu Produk ).
 
Margin laba adalah selisih antara harga dan biaya produk. Penetapan haraga mark up ada 2 ( dua ) cara, yaitu ;
 
  • Mark up atas biaya
Yaitu selisih antara harga dan biaya yang di ukur secara relative terhadap biaya, di ukur dengan persen ( % ).
  • Mark up atas harga
Yaitu selisih harga dan biaya diukur secara relative terhadap harga, diukur dalam persen ( % )
 
 
Penentuan Harga Berdasarkan Biaya Variabel
  • Dalam jangka pendek suatu perusahaan harus memproduksi serta mamasarkan produk dengan ketentuan bahwa revenue yang dihasilkan lebih besar dibandingankan dengan biaya variable table.
  • Revenue melebihi biaya variabelk disebut " Contribution Margin "
 
E. MODEL TARGET RETURN INVESTMENT ( TROI )
  • Yaitu penetapan harga berdasarkan target ( Target Return Pricing ) dapat diimplementasikan dengan analisis impas.
Penetapan Harga Jual
  1. Defferential pricing
  2. Pengusaha kadang-kadang harus menetapkan harga yang berbeda , pertimbangannya , antara lain ;
  • Waktu
  • Jenis Produk
  • Lokasi
  • Pelanggan.
Penentapan Harga Psikologi ( Psychological Pricing )
 
Adalah factor ekonomi yang dipakai untuk menetapkan besarnya harga.
 
F. FLOOR PRICE AND CEILLING PRICE
  • Floor Price
Adalah kebijakan harga dasar yang ditetapkan oleh pemerintah yang bertujuan untuk melindungi yang bertujuan untuk melindungi produsen.
  • Celiing Price
Adalah kebijakan harga tertinggi yang ditetapkan oleh pemerintah yang ditunjukan untuk melindungi konsumen.
 
7 Faktor Yang Mempengaruhi Harga Jual
 
Salah satu keputusan paling rumit adalah menentuka harga jual atau "Price strategy". Para pengusaha sering dihinggapi pertanyaan, apakah harga jual yang ditetapkan bias diterima pasar sekaligus bias memberikan keunungan finansial atau tidak.
 
 
 
Harga jual yang rendah munkin akan disambuat baik oleh konsumen, namun belum tentu bias memberikan keuntunganh yang diinginkan. Sebaliknya produk dengan harga jual tinggi diharapkan bias memberikan keuntungan, namun mungkin tidak banuyak dibeli.
 
Faktor-factor penting yang perlu dipertimbangkan saat menentukan harga jual. Faktor-factor tersebut berasal dari dalam perusahaan ( factor internal ) dan dari luar perusahaan ( factor eksternal )
Faktor internal relative lebih mudah dikebdalikan. Sedangkan factor eksternal tidak mudah untuk diprediksi.
 
Faktor Internal Perusahaan
 
  • Biaya Produk
Yang dimaksud biaya produk adalah seluruh biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan produk sampai terjuak pada kjonsumen, meliputi ;
  1. Harga pokok pembelian produk ( untuk perusahaan dagang )
  2. Biaya p[okok produksi ( untuk perusahaan manufaktur )
  3. Biaya yang dikeluarkan selama masa pengembangan produk ( bila ada )
  4. Biaya marketing
  5. Biaya distribusi
  6. Biaya overhead, dan
  7. Biaya-biaya lain
Diperlukan kemampuan menghitung biaya ( costing ) yang baik agar diperoleh nilai biaya produk yang wajar. Costing yang kurang tepat menyebabkan nilai biaya produk akan terlalu rendah atau terlalu tinggi yang bias menyebabkan kekeliruan dalam penentuan harga. Menjual dengan harga di bawah biaya produk sudah pasti akan merugikan perusahaan.
  • Karakteristik Produk
Ada tiga karakteristik yang berpengaruh pada penentuan harga.
  1. Daya tahan produk terhadap perubahan waktu. contoh : sayur adalah produk yang tidak tahan lama, mudah busuk dan mutunya turun seiring dengan berjalannya waktu.
  2. Kualitas produk disbanding produk saingan. Konsumen bersedia membayar lebih mahal bila mendapatkan kualitas yang  baik.
  3. Posisi produk dalam siklus kehidupan produk. penentuan harga produk  baru berbeda dengan produk yang sudah mapan di pasar, berbeda pula dengan produk yang mulai mengalami penurunan.
Mengetahui karakteristik produk sangat penting untuk menentukan strategi harga yang akan digunakan.
 
  • Tujuan Perusahaan
Sebelum memnetukan harga kita harus mengetahui sasaran dan tujuan yang ingin dicapai, baik dalam jangka pendek, menengah atau panjang, misalnya :
  • mendapatkan balik modal ( return on investmen ) pada tahun tertentu.
  • mendapatkan keuntungan sebesar prosentase nilai tertentu.
  • Mendapatkan cashflow atau uang tunai sejumlah tertentu.
  • Menguasau pangsa pasar sebesar sekian persen.
  • Mencapai kapasitas produksi yang optimal.
Penentuan harga adalah bagian dari strategi perusahaan untuk mencapai tujuan. Penentapan harga yang salah bias berakibat pada tidak tercapainya tujuan perusahaan.
 
Faktor Eksternal Perusahaan
 
  • Harga Produk Saingan
Ada dua yang harus dipertimbangkan, yaitu ;
  1. Harga produk saingan, dan
  2. Reaksi pesaing atas kompetisi dai pasar. Salah satu memenangkan persaingan adalah menjual dengaqn harga lebih murah dari pesaing. Namun saat memutuskan harga yang lebih murah, kita harus juga memperkirakan kemungkinan reaksi pesaing atas harga tersebut. Bila ternyata pesaing mampu melakukan efisiensi usha dan menjual dengan harga yang lebih murah lagi, maka akan terjadi perang harga yang bias merugikan kita.
  3. Selain harga produk pesaing, kita juga perlu memeperhatikan harga produk pengganti, Misalnya, ketika harga minyak Tanah naik, konsumen beralih menggunakan gas yang lebih murah.
  • Elastisitas Permintaan
Yang dimaksud elastisitas permintaan adalah naik atau turunnya pembelian produk akibat perubahan harga. Biasanya permintaan atas barang-barang kebutuhan pokok tidak bersifat elastis, artinya tidak mengalami perubahan berarti ketika harga naik atau turun. Sedangkan barang-barang sekunder dan tersier pada berubah.
  • Faktor Psikologis Konsumen
Paling tidak mudah memahami factor psikologis konsumen karena sebagian besar bersifat emosional. Namun demikian pemahaman tentangt prilaku konsumnen sudah jauh lebih berkembang di masa sekaerang. Sebagai contoh konsumen lebih tertarik pada harga Rp. 5.999,- daripada Rp. 7.001,-
meski sebenarnya mereka membayar denagn uang yang sama.
 
Saat menentukan harga kita perlu melakukan riset untuk mengetahui berapa harga yang bias diterima oleh konsumen secara psikologis. Harga yang ditetapkan diatas harga pskilogis mungkin akan menyurutkan konsumen untuk membeli. Namun disisi lain, harga yang lebih rendah malah membuat konsumen menganggap barnag tersebut tidak memenuhi kualitasnya.
  • Faktor-FAktor Lain
Masih ada factor eksternal lain yang patut dipertimbangkan. missal, kebijakan pemerintah untuk mentapkan harga tertinggi bias mempengaruhi usaha kita. Kondisi perekonomian secara umum juga mempengaruhi daya beli konsumen.
Kebijakan penentuan harga tidak sesederhana yang kita kira. Sebagian pengusaha menggunakan metode sederhana, missal total biaya ditambah sekian persen, sebagian lain melakukan riset mendetail. Semakin kompleks tingkat pesaingab, semakin rumit pula penentuan harga jual. Pertimbangan factor-factor dia atasuntuk membudahkan penentuan harga mana yang akan kita guankan.
 

 

JR REFLEKSI 8 # " MANAJEMEN HUBUNGAN PELANGGAN ''

Manajemen Hubungan Pelanggan ( bahasa Inggris : Customer Relationship Management disingkat CRM ) dalah suatu suatu jenis manajemen yang secara khusus membahas teori mengenai penanganan hubungan antara perusahaan dengan tujuan meningkatkan nilai perusahaan di mata para pelanggannya. CMR meliputi semua aspek yang berhubungan dengan calon pelanggan dan pelanggan saat ini, termasuk didalamnya adalah pusat panggilan (  call center ) tenaga penjual ( sales force ), pemasaran, dukungan teknis ( technicial support ) dan layanan lapangan ( field service ).

Pada dasarnya unsur pembentukan teknologi manajemen pelanggan sudah ( CMR ) ada sejak beberapa decade yang lalu. Manajemen hubungan pelanggan sudah telah berkembang dari teknologi terpisah yang mencangkup pusat layanan telepon, sitem otomatisasi tenaga penjualan dan file-file informasi pelanggan.

ASAL USUL TEKNOLOGI CMR

Upaya awal dalam menciptakan orientasi yang tertuju pada apelanggan itu yang sering kali terfokus kedalam, bukan bertujuan memperbaiki pengalaman pelanggan. Tujuan akhir membuat CMR mmulti jalaur, yaitu pada jalur komunikasi pelanggan seperti penjualan, rekanan, pemasaran dan pusat pelayanan di konsulidasikan ke dalam pandangan tunggal diseluruh media komunikasi termasuk tatap muka, hubungan telepon, e-mail, web, dan nirkabel.

CMR multijalur memberikan tantangan teknis yang signifikan. Sebagai contoh teknologi yang diperlukan untuk mendukung armada penjualan dilapangan sangat berbeda dari teknologi yang mendukung pusat layanan telepon ukuran besar.
Teknologi web juga memainkan peran penting dalam kemunculan konsepsi CMR yang lebih luas, yang mencangkup pengguna dan bukan personel langsung ( pelanggan, mitra dan investor ). Broswer web memungkinkan para pengguna eksternal dapat mengakses dan berbagi informasi tanpa menggunakan perangkat lunak khusus yang harus di install pada computer mereka yang mengarah pada fungsi-fungsi CMR ekstraperusahaan, misalnya layanan mandiri pelanggan ( coustemer self service ) portal mitra, dan portal investor.

Pasar CRM

Struktur Pasar
Pasar CRM telah tumbugh secara drastic sejak awal tahun 1990-an. Tingkat pertumbuhan dan penetrasi berbeda-beda pada segmen perangkat lunak yang berbeda, kondisi geografis yang berbeda -beda, dan industry ynag berbeda pula.

Perangkat Lunak
Pasar perangkat lunak CRM merupakan bagian dari pasar perangkat lunak aplikasi perusahaan sedunia yang mencangkup tiga perangkat utama, yakni manajemen rantai pasokan,  perencanaan sumber daya perusahaan , dan CRM.

Geografi
Pertumbuhan dimasa depan diharapkan focus terhadap pusat-pusat kontak yang telah diperbaharui  ( sebagai perluasan terhadap pusat layanan telepon tradisioanal ), analisis dan otomatisasi pemasaran serta otomatisasi layanan pelanggan melalui banyak jalur.

Sasaran Dan Tujuan
Sasaran utama dari CMR adalah untuk meningkatkan hubungan jangka panjang dan profitabilitas perusahaan melalui pengertian yang lebih baik terhadap kebiasaan ( behavior ) pelanggan.
CMR bertujuan untuk menyediakn umpan balik yang lebih efektif dan integrasi yang lebih baik dengan pengendalian return on investment ( ROIn) di area ini.

Otomatis tenaga penjualan ( sales force otomation / SFA ), yang mulai tersedia pada pertengahan tahun 1980-an adalah komponen pertama dari CRM. SFA membantu para sales representative untuk mengatur account dan track opportunities mereka, mengatur daftar kontak yang mereka miliki, mengatur jadwal kerja mereka, memberikan layanan training online yang dapat menjadi solusi untuk training jarak jauh, serta membangun dan mengawaswi alur penjualan merekan, dan juga membantu mengoptimalkan penyamapaian informasi dengan news sharing SFA, Pusat panggilan ( call center ) dan operasi lapangan otomatis ada dalam jalur yang sama dan masuk pasar pada akhir tahun 90-an mulai bergabung dengan pasar menjadi CRM. Sama seperti ERP ( Enterprise Resource Planning ), CRM adalah system yang sangat komperhensif dengan banyak sekali paket dan pilihan.

CRM mencangkup metode dan teknologi yang digunakn perusahaan untuk mengelola hubungan mereka dengan pelanggan. Informasi yang disampaikan untuk setiap pelanggan dan calon pelanhhan dianalisa dan digunakan untuk tujuan ini. Proses otomasi dalam CRM digunakan untuk menghasilkan personalisasi berdasarkan informasi pelanggan yang tersimpan di dalam system.

Fungsi-Fungsi Dalam CRM

Sebuah system CRM harus bias menjalankan fungsi :
  • Mengidentifikasi factor-factor yang penting bagi pelanggan.
  • Mengusung falsafah customer-oriented (customer centric )
  • Mengadopsi pengukuran berdasarkan sudut pandang pelanggan.
  • Menyediakan dukungan pelanggan yang sempurna
  • Menangani keluhan / komplinan pelanggan
  • Mencatat dan mengikuti semua aspek dalam penjualan
  • Membuat informasi holistic tentang informasi layanan dan penjualan dari pelanggan.
Mengimplementasikan CRM

Customer relantionship management adalah tingkat korporasi, yang berfokus pada pengembangan dan pemeliharaan hubungan dengaqn pelanggan. Beberapa paket perangkat lunak telah tersedia dengan pendekatan yang berbeda-beda terhadap CRM. Bagaimnapun CMR bukanlah teknologi itu sendiri, tapi ia adalah pendekatan holistic terhadap falsafah organisasi, yang menekankan hubungan yang erat dengan pelanggan. CRM mengurus filosofi organisasi pada semua tingkatan termasuk kebijakan dan proses, customer service, pelatiah pegawai, pemasaran dan manajemen system dan informasi CRM mengintegrasikan pemasaran, penjulan dan customer dari ujung ke ujung.

Rabu, 04 Desember 2013

JR REFLEKSI 7 # " PERENCANAAN RITEL "


Perencanaan adalah proses mendefinisikan tujuan organisasi, membuat strategi untuk mencapai tujuan itu, dan mengembangkan rencana aktifitas kerja organisasi. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan fungsi-fungsi lain pengorganisasian, pengarahan dan pengontrolan tak akan dapat berjalan.
Rencana dapat berupa rencana informal atau rencana formal.



Rencana informal adalah rencana yang tidak tertulis dan bukan merupakan tujuan bersama anggota suatu organisasi.
Rencana formal adalah rencana tertulis yang harus dilaksanakan suatu organisasi dalam jangak waktu tertentu.
Rencana formal merupakan rencana bersama anggota, artinya setiap anggota harus mengetahui dan menjalankan rencana tersebut.Rencana formal untuk mengurangi abiguitas dan menciptakan kesepahaman tentang apa yang harus dilakukan.

Proses Perencanaan Ritel Strategi

1. Mempunyai Tujuan atau Misi

Tujuan bisnis / misi bisnis perencanaan ritel adalah gambaran atau penjelasan yang luas tentang tujuan ritel dan ruang lingkup kegiatan yang akan dilakukan.

2. Melakukan Audit ( Pemeriksaaan ) Situasi

Audit situasi adalah analisis SWOT dalam lingkungan ritel. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan saat melakukan audit situasi adalah
  1. Faktor pasar
  2. Faktor persaingan
  3. Faktor lingkungan
3. Temukan Berbagai Peluang Strategis

Untuk menemukan peluang strategis, peritel dapat mendefinisikan kebali misalnya dan melakukan hal-hal sebagai berikut :

Penetrasi Pasar
  • Meningkatkan jumlah dagangan
  • Membuka cabang baru dilokasi yang strategis pada kota yang sama
Ekspansi Pasar
  • Menjual barang dagangan baru untuk pelanggan baru yang telah dilayani pada toko lama atau toko baru.
  • Menjual barang dagangan yang sama pada segmen yang sama, tetapi melalui intenet.
  • Membuka toko baru dengan jenis barang dan segmen pasar yang benar-benar berbeda.
4. Evaluasi Berbagai Peluang Strategis

Evaluasi ini menentukan peluang ritel untuk meningkatkan keunggulan bersaing yang dapat dipertahankan dan keuntungan jangka panjang.

5. Tentukan Tujuan Khusus dan Alokasi berbagai Sumber Daya.

Setelah mengevaluasi proses berikutanya adalah perencanaan strategis. Proses perencanaan strategis adalah proses menentukan tujusn khusus untuk setiap kesempatan.
Tujuan-tujuan khusus ini memiliki tiga komponen, yaitu :
  1. Pengelolaan, Termasuk adanya kemajuan yang bias diukur.
  2. Kernagka waktu daimna tujuan harus dicapai.
  3. Tingkat investasi yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut.
6. Mengembangkan Gabungan Ritel Untuk Melaksanakan Strategi
Adalah mengembangkan penggabungan ritel untuk tiap kesempatan dimana investigasi akan dilakukan untuk mengontrol dan mengevaluasi pengelolaan.

7. Evaluasi  Pengelolaan dan Membuat Penyesuaian.

Jika ritel memenui atau melebih-lebihkan tujuan, perubahan tidak diperlukan. Tetapi jika ritel gagal memenuhi tujuannya maka diperlukan analisis ulang. Analisis ulang ini dimulai dengan peninjauan program-program pelaksanaan, tetapi ini bias menunjukan bahwa kebutuhan strategi harus dipertimbangkan ulang.

Membuka usaha ritel apapun tentu akan menemukan kekurangan dan kelebihanya, diantaranya :

Kelebihan Usaha Ritel
  1. Modal yang diperlukan cukup kecil, namun keuntungan yag diperoleh cukup besar.
  2. Umumnya lokasi usaha ritel strategis.
  3. Hubungan antara peritel dan pelanggan cukup dekat dan akrab karena adanya komunikasi dua arah antara peritel dan pelanggan.
Kekurangan Usaha Ritel
  1. Keahlian dalam mengelola toko ritel berskala kecil kurang diperhatikanoleh peritel.
  2. Administrasi / pembukuan kurang atau bahkan tidak diperhatikan oleh peritel, sehingga terkadang uang / modalnya habis tidak terlacak.
  3. Promosi usaha tidak dapat dilakukan dengan maksimal, sehingga uaha ritel yang diketahui oleh calon pembeli / pelnggan.
Perencanaan dibagi menjadi dua elemen penting diantaranya adalah :

1. Sasaran

Sasaran adalah hal yang ingin dicapai oleh individy, grup atau seluruh organisasi. Sasaran sering pula disebut tujuan. sasaran memadu, manajemen membuat keputusan dan membuat kriteria untuk mengukur suatu pekerjaan.
Sasaran dapat dibagi menjadi dua kelompok yaitu sasaran yang dinyatakan ( stated goals )dan sasaran real.

2. Rencana.

Rencana atau plan adalah dokumen yang digunakan sebagai skema untuk mencapai tujuan. Rencana biasanya mencangkup alokasi sumber daya, jadwal dan tindakan-tindakan penting lainnya.
Rencana dibagi berdasarkan cakupan, jangka waktu, kekhususan, dan frekwensi penggunaannya.
Berdasarkan cakupannya, rencana dapat dibagi menjadi 2 yaitu :
  • Rencana strategi, adalah rencana umum yang berlaku bagi peritel
  • Rencana operasional adalah rencana yang mengatur kegiatan sehari-hari.
Jika ingin merencanakan membuka usaha ritrl / eceran maka peritel harus pintar dalam mengambil keputusan dan juga mempelajari ritel agar usaha yang didirikan dan dirintis dapat berjalan dengan lancar walaupun dikelilingi competitor atau pesaing.

Rabu, 27 November 2013

JR REFLEKSI 6 # '' PEMILIHAN LOKASI RITEL ''

Lokasi yang strategis merupakan salah satu factor yang terpenting dalam pemilihan lokasi ritel, dan merupakan factor yang sangat mempengaruhi untuk perkembangan bisnisn ritel. Lokasi ritel sering kali menjadi keputusan sangat penting yang dibuat oleh ritel, karena beberapa pertimbangan, yaitu :
  1. Lokasi merupakan pertimbangan utama bagi konsumen untuk memilih ritel.
  2. Keputusan memilih lokasi ritel merupakan strategi pentibg, karena ritel dapat menggunakannya sebagai keuntungan untuk bersaing.
Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum menentukan lokasi
  • Seperti apa sesungguhnya took yang akan kita buka?
  • Barang-barang  seperti apa yang akan kita jual disana ?
  • pada rentang harga berapa barang tersebut akan kita jual ?
  • bentuk pelayanan seperti apa yang akan kita sajikan pada pelanggan ?
Tahapan dalam memilih lokasi ritel
  • Pemilihan Pasar
  • Analisis Area
  • Analisis Lokasi
  • Analisis Biaya
Pemilihan Pasar
Beberapa aspek penting yang harus dipertimbangkan :
  • Tingkat ekonomi masyarakat
  • Tingkat persaingan
  • Ukuran populasi dan karakteristiknya
  • Industru / bisnis di lingkungan sekitar
  • Undang-undang otonomi daerah
Analisis Area
  • Area Primer,  adalah area geografis dimana toko atau pusat perbelanjaan tersebut mendapatkan 60 persen dari pelanggannya.
  • Area Skunder, adalah area geografis dari kepentingan skunder dalam tingkat penjualan yang ,menghasilkan sekitar 20 persen dari penjualan sebuah toko.
  • Area Tersier, adalah para pelanggan yang kadang berbelanja ditoko atau pusat perbelanjaan.
Lokasi Ritel
Ada 3 tipe lokasi dasar yang dipilih oleh ritel, yaitu :
  1. Shopping centers ( pusat belanja )
  2. City or town location ( ritel di kota besar )
  3. Freestanding location
Ritelpun dapat memilih tempat dilokasi nontradisional seperti airport atau lokasi lainnya.

Shopping Center ( Pusat Belanja )
  • Istilah shopping center sudah dikenal sejak tahun 1950an.
  • Shopping center merupakan grup ritel dan bisnis lain yang direncanakan, dibangun, dimiliki dan dimanage sebagi satu kempemilikan.
  • Bentuk shopping center ada 2 yaitu :
  1. Strip Shopping centers, yaitu shopping center yang umumnya mempunyai tempat parker langsung di depan took. Canopy terbuka membuat mudah akses di took, namun kelemahannya tidak mempunyai area jalan yang menghubungkan dengan took.
  2. Malls : yaitu shopping center yang menyediakan area parkir ditempat terpisah dari took ( terpencil ) dan pelanggan akan berjalan untuk menuju took. Mall memiliki ruas jalan yng diapit took ( berhadapan ) untuk dilalui konsumen.
City or Town Location ( Ritel Di Kota Besar )
  • Sekalipun shopping center ini berada di kota besar, lokasi ritel ini bertipe tidak direncanakan, dimiliki banyak pemilik, dan mempunyai akses langsung ke jalan.
  • The Central Business Distric merupakan area bisnisn tradisional yang berada dikeramaina kota dalam suatu kota besar.
  • Area tersebut banyk dilaluiorang selama berjam-jam bisnis berlangsung dan saat orang-orang pergi ke area tersebut umumnya dan lalulintas pejalan kaki yang tinggi.
  • CBD yang sukses adalah yng dekat dengan area yang berpenduduk besar.
Freestending Location
  • Freestending sites merupakan lokasi yang tidak terhubung dengan ritel yang lain, sekalipun bnyak yang lokasinya dekat dengan mall.
Lokasi Ritel Lainnya
Selain tiga lokasi utama tersebut, ritel juga dapat didirikan dan dijalankan dengan memilih lokasi sebagai berikut :
  • Airport
  • Rresort
  • Rumah sakit
  • toko dalasm toko
  • Area serba guna.
Hal-hal yang perlu dipertimbangkan :
  • Biaya sewa
  • Lalu lintas
  • Pesaing
  • Parkir
  • Komunitas
  • Jadwal buka toko
  • Tingkat kriminalitas
  • Biaya komunikasi pemasaran
Analisis Biaya
  • Biaya sewa
  • Analisis biaya dikaitkan dengan keramaian pengunjung.
Memilih lokasi
  • Lokasi terbaik bagi ritel adalah yang mampu mewujudakan tingkat permintaan dan penjualan yang tinggi.
  • Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat permintaan suatu area perdagangan adalah :
  1. Skala ekonomi
  2. Karakteristik demografis dan lifestyle
  3. Iklim bisnis ( tren pasar, tren tenaga kerja )
  4. Persaingan
  5. Rentang kendali Manajerial ( Span of managerial control )
  6. Isu lokasi secara global.
Faktor-faktor yang menarik atau tidaknya suatu lokasi :
  • Aksesbilaitas.
akses pada suatu lokasi ritel dikatakan meneyenagkan dikala konsumen dengan mudah untuk menuju dan keluae dari area ritel.
Jika dianalisis secara makro ( Macro Analysis ), ritel akan memepertimbangkan hal-hal utama yang berkaitan dengan suatu area perdagangan dan hal tersebut akan dievaluasi secara simultan, seperti ruas jalan, kondisi jalan dan pengahalang / barriers ( missal sungai dan gunung ).
Secara  macro, ritel akan berkonsentarasi pada hal-hal yang berkaitan denganhal-hal sekitar ritel., seperti visabilitas / jarak pandang, arus lalu lintas, lahan parkir, dan jalan amsuk / keluar.
  • Keuntungan Lokasi
Karrena lokasi yang baik membutuhkan biaya yang lebih mahal, maka ritel harus mempertimbangkan beberapa hal penting ini. Sehingga lokasi yang dipilih betul-betul memberikan keuntungan bagi ritel.
Prinsipnya lokasi rotrl dipilih karena ingin mendekati segmen sasarannya.
Suatu lokasi bias jadi cocok untuk suatiu produk, namun belum tentu cocok bagi produk lain.
Adakalanya dengan memilih lokasi yang disejajarkan dengan ritel lain yang sejenis akan memunculkan keamanan, kesepakatan penutupan toko secara bersamaan dengan sejenisnya.

Kesimpulannya :
Untuk beberapa alas an, lokasi ritel sering merupakan keputusan terpenting untuk seorang retailer.

pertama, lokasi merupakan pertimbangan utama dalam pilih toko customer. Sebagai contoh, ketika memilih dimna anda akan memncuci mobil, anda biasanya akan memilih lokasi yang paling dekay dari rumah atau kantor.

Kedua, Keputusan lokasi memiliki kepentingan strategis karena dapat digunakan untuk mengembangkan keunggulan kompetitif yang terus menerus.

retailer dapat merubah harga, jasa dan macam-macam barang dalam waktu yang relative singkat. Namun pengambialn ke[putusan akan lokasi lebih sulituntuk dirubah, karena retailer harus melakukan perjanjian jangka panjang sewa-menyewa tempat dalam 7-10 tahun. Karena itu retailer dengan lokasi yang sangat baik memiliki keunggulan strategis yang tidak mudah ditiru competitor.

JR REFLEKSI 5 # " MANAJEMEN KEUANGAN RITEL "

Saat ini bisnis ritel merupakan salah satu usaha yang memiliki prospek yang baik dan terus berkembang. Pengelolaan bisnis ritel membutuhkan kesiapan pengelolaan dalam semua sisi manajemen. Kelemahan dalan satu sisi manajemen ritel akan membuat peritel mengalami kendala dalam mengelola dan memacu industry ritel bekerja dengan baik dan cepat. Masalah umum yang dihadapi oleh pembisnis ritel terutama pembisnis baru saat ini adalah masalah manajemen. Kebanyakan peritel membuka ritel dengan tanpa konsep atau tanpa manajemen strategi ritel yang matang.

Ketika ritel memutuskan bentuk organisasi bentuk organisasi perencanaan manajemen sumber daya manusaianya, maka ritel harus mengkonsentrasikan diri pada masalah manajemen operasional ritel. Efisien dan efektivitas operasional manajemen ritel akan sangat dipengaruhi olej kebijakn dan keputusan yang diambik oleh ritel dalam memuaskan banyak pihak yaitu pelanggan, karyawan, manajemen, maupun pemilik modal.

Metode dalam menjalankanoperasional bisnis ritel akan berdampak pada penjualan dan akhirnya berpengaruh terhadap keuntungan yang diperoleh perusahaan ritel. Oleh karena itu keputusan dibidang keuangan juga merupakan hal yang paling penting dalam bisnis ini. Keputusan keuangan adalah komponen integral pada setiap aspek strategi ritel.

Model Keuntungan Strategi Ritel

Setiap ritel menginginkan kesusksesan dalam hal keuangan. Salah satu tujuankeuangn  yang pentinga adalah untuk mencapai imbal hasil atas asset.
Margin laba bersih ( net profit margin ) adalah seberapa besar keuntuangn ( setelah pajak ) yang didapat perusahaan dibagi penjualan bersihnya. Sedangkan perputaran asset ( asset turnover )dapat juga digunakan untuk mengukur produktivitas asset yang diinvestasikan dalam perusahaab, biasanya dihitung denganmembagi laba bersih dengan total asset.

Alur keuntungan

Informasi yang digunakan untuk menganalisis alur keuangan dapat berasl dari laporan lab rugi sebuah perusahaan ritel. Beberapa komponen utama dalam laporan laba rugi adalah sebagai berikut :
  • Penjualan bersih, Pemahaman penjualan bersih (net sales ) dapat diketahuai dari total rupiaj yang diterima oleh ritel setelah dikurangi semua pembeyaran kembali pada konsumen untuk barang-barang yang dikembalikan. Penjualan bersih = Jumlah penjualan kotor - retur penjualan - potongan penjualan. Return penjualan (sales return ) mewakili barang-barang yang dikembalikan konsumen karena barang-barangnya rusak, tidak sesuai, dan sebagainya. penjualan bersih merupakan ukuran pengelolaan yang penting dalam bisnis ritel karena penjulan bersih menunjukan tingkat kegiatan dari barang dagangan.
  • Margin laba kotor, pemahaman laba kotor (gross profit margin ) adalahukuran penting dalam bisnis ritel. margin data kotor juga diperoleh dari persentase penjualan bersih sehingga ritel dapat membandingkan (1) pengelolaan dari berbagai tipe barang ( antar kelompok barang dagangan ) dan (2) pengelolaan barang dari satu ritel dibandingjkan dengan pengelola ritel-ritel lainya.
  • Beban ( expenses ) adalah : biaya yang terjadi dalam aktifitas normal yang dilakukan salam bisnis untuk mendapatkan penghasilan.
Beban administrasi = gaji semua aryawan selain tenaga penjualan + beben operasi kantor+ administrasi beban pembalian lain.
Sedangkan beban operasi ( operating expenses adalah biaya-biaya yang dikeluarkan dalam menjalankan bisnis untuk memeperoleh pendapatan. Satu kategori biaya pengeluaran adalah baiya-biaya pengoperasian. kedua adalah biaya modal, yaitu biya untuk segala inventaris sampai pembelian lokasi toko baru.
  • Keuntungan bersih (net profit ) adalah ukuran pengelolaan perusahaan keseluruhan. Keuntungan bersih dapat diperoleh sebelum atau sesudah pajak.
Informasi yang dapat digunakan untuk menganalisis alur perputaran ( turnover ) perusahaan adalah pos-pos yang berasal dari neraca saldo, seperti asset, kewajiban dan sebagainya.
 Aset atau aktiva ( asset ) adalah sumber-sumber ekonomi ( seperti inventaris atau perlengkapan-perlengkapn toko ) yang dimiliki atau dikontrol oleh perusahaan sebagai hasil transaksi atau peristiwa, sedangkan kewajiban ( liabilities ) adalah segala kewajiban perusahaan untuk membayar atau sumber-sumber ekonomi lain sebagai hasil dari keuntungan-keuntungan masa lalu, sekarang atau keuntungan masa depan.

Kas terdiri dari uang tunai, simpanan dan rekening di bank, surat-surat berharga yang dapat diperjualbelikan, dan piutang usaha, sedangkan aktivs lancer lainya meliputi berbagai pengeluaran maupun ongkos kirim yang belum dibayarkan oleh pelanggan.

Aktiva tetap
asset-asset tetap (fixed assets ) adalah ukuran pengelolaan keseluruahn dari bagian asset pada neraca saldo. Perputaran aktiva ini dapat digunakan untuk mengevaluasi dan membandingkan seberapa efektif para menejer mengunakan asset-assetnya.

kewajiban dan ekuitas pemilik
Kewajiab lancer ( current liabilities ) adalah utang-utang yang diharapkan dibayar paling tidak dalam jangka waktu satu tahun. Kewajiban yang paling pentinag adalah utang dagang, wesel bayar, dan utang-utang lainnya
  • Utang dagang adalah tagiaha yang terutang kepada pemasok untuk pembelian dagangan.
  • Wesel bayar adalah bungaa yang dipinjem ritel pada bank yang melebihi tanggal dan dapat dibayar kuarang dari satu tahun.
  • Utang-uatng lainya termasuk utang pajak, uatang gaji, sewa, pemakaian dan kewajiban-kewajiban lain yang belum terbayarkan.
  • Kewajiban jangka panjang adalah utang = utang yang akan dibayar setelah satu tahun.
  • Hak pemilik juga disebut hak para pemegang saham, mewakili sejumlah asset pemilik perusahaan ritel setelah semua kewajiban terpenuhi.
Beberapa Indikator Keuangan Dalam Ritel

Terdapat beberapa indicator yang dapat digunakan dalam mengukur kinerja keuangan dalam bisnis ritel antara lain :

1. Margin kotor
  • Persentase margin kotor
  • Analisis per kategori
  • Kerusakan / markdown
  • Persediaan barang
  • Margin kotor per meter persegi
2. Biaya operasional toko sebagai persentase penjualan
  • Gaji, produktivitas per karyawan
  • Biaya sewa
  • Depresiasi
  • Listrik
  • Total biaya operasi toko
3. Margin kontribusi
  • Selisih antara margin kotor dengan biaya operasional toko
  • Perbandingan antara toko dan rata-rata perusahaan.
Pengendalian biaya pada umumnya mencangkup tiga fungsi manajemen antara lain :
  1. Fungsi planning melalui penetapan sasaran dan penyusunan rencana.
  2. Fungsi organizing pada tingakat operasional.
  3. Fungsi controlling melalui evaluasi terhadap tujuan yang telah dicapai.
Setiap bentuk usaha ritel yang ingin tetap berjalan harus mampu mempertahankan eksistensinya dituntut untuk dapat bekerja secara maksimal, efisien dan efektif. Untuk itu dibutuhkan kemampuan manajemen untuk mengendalikan perusahaan terutama dalam meningkatkan kualitas.

Jumat, 22 November 2013

JR REFLEKSI 4 # '' SUMBER DAYA MANUSIA DALAM BISNIS RITEL ''

Bisnis ritel yang semakin pesat perkembangannya berimplikasi langsung pada kebutuhan SDM yang handal. Nanun SDM yang handal tidak datang dengan sendirinya. Dibutuhkan menejemen pengrekrutan dan pengelolaan ritel.


1. Bisnis Ritel Membutuhkan SDM yang Handal 

Ritel sebagai unit bisnis tentunya tidak terlepas dari kebutuhan akan sumber daya manusia. Mengingat karakteristik bisnis ritel, kenutuhan SDM tidak sedikit pada 2 atau 5 SDM saja. Kebutuhan bias mencapai ratusan atau bahkan ribuan SDM.

Guna melakukan operasional bisnis ritel, dibutuhakn SDM yang handal. Sudah menjadi anggapan umum perusahaan bahwa Sumber Daya Manusia adalah asset termahal perusahaan.
Perusahaan memnag akan semakin bergantung dengan kemampuan sumber daya manusianya. Teknologi, strategi, modal, mesin, menejemen semuanya mengikuti sumber daya manusia bukan sekedar asset tapi juga pelan-pelan akan menjadi asset termahal sekaligus juga terpenting.

2. Sumber Daya Manusia Di Dalam Ritel

Berbagai posisi karir yang kita temuakan dalam sebuah bisnis ritel antara lain: pemilik ritel, penglola ritel, pramuniaga, kasir, kepala gudang, purchase, menager, coustomer service. security, penata ruang ( indoor dan outdoor ), pemasok baranng dagangan, manajer SDM, manajer keuangan, delivery service, drive dan sebagainya. Setiap kariyawan memainkan suatu peran yang penting dalam melaksanakan fungsipekerjaan dengan baik.
Dalam pengelolaannya SDM memberikan kontribusi besar dalam peningkatkan kinerja dalam perusahaan. Sehingga ritel akan dapat keuntungan yang kompetitif dengan cara mengembangakan dan mengelola sumber daya dengan baik.
Manajemen sumber daya manusia sangat penting dalam bisnis ritel untuk berfokus pada masalah strategi dalam struktur organisasi.
Pengelolaan sumber daya manusia dalan ritel sangat menantang, karena pada dasarnya bisnis ritel sanagat berbeda dengan bisnis atau perusahaan pada umumnya. Ada beberapa ciri yang menjadi perbedaan yaitu :
  1. Jam kerja karyawan berbeda dengan perusahaan pada umumnya.
  2. Penekanan terhadap control biaya. Konstribusi biaya karyawan cukup besar pada total biaya took keseluruhan.
  3. Perubahan demografis pekerja.
3. Permasalahan Strategis Dalam Pengelolaan SDM Ritel

Manajemen sumber daya manusia / karyawan pada umumnya memiliki tantangan yang berbeda karena nilai-nilai kerja, system ekonomi, dan peraturan SDM ritel yaitu sebagai berikut :
  1. Bentuk struktur organisasi harus mampu membagi tanggung jawab dan otoritas dalam melaksanakan tugas pada bisnis unit beserta orang-orangnya.
  2. Harus mengkoordinasikan aktifitas berbagai depeartemen dan memotivasi karyawan untuk dapatbekerja ke arah keberhasilan perusahaan.
  3. Program yang digunakan untuk membangun komitmen dan mempertahankan nilai-nilai SDM.
Pengelolaan SDM

Dalam pelaksanaannya pengelolaan sumber daya manusia memerlukan perencanaan yang matang, hal ini didasarkan pada beberapa karakter yang harus dimiliki sebagai modal oleh para karyawan ritel, daiantaranya adalah :
  1. Memiliki ketrampilan analis. Kemampuan menyelesaikna masalah dan memiliki kemampuan numeric untuk menganalisis fakta dan data perencanaan, pengelolaan dan pengawasan.
  2. Memiliki kreatifitas.
  3. Mampu mengambil keputusan yang cepat dan tepat.
  4. Fleksibel
  5. Inisiatif
  6. Leadership.
  7. Mampu mengorganisasikan pekerjaan dan memerlukan prioritas.
  8. Berani mengambil resiki pekerjaan dengan pertimbangn, analisus yang akurat dan bertanggung jawab.
  9. Toleransi terhadap stress. Mampu bekerja di bawah tekanan karena dunia bisnis ini sangat cepay berubah dan penuh tantangan.
Tahapan Pengelolaan SDM

Dalam tahapan pengelolaan sumber daya manusia memerlukan seleksi, dan memerlukan tahapan yang harus dilalui :
  • Rekrutmen. Merupakan gerbang awal yang sangat menentukan.
  • Orientasi. Setiap organisasi memiliki budaya, susunan, prinsip dan nilai-nilai yang berbeda. 
  • Pelatihan. Pelatihan sangat diperlukan untuk meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan karyaean sehingga dapat terjadi peningkatan kinerja. Ada 2 macam pelatihan :
  1. Pelatihan ketramplan teknis. Ketrampilan yang diberikan untuk tampil melakukan suatu pekerjaan. Seperti ketrampikan computer pengunaan cash register pada kasir dll.
  2. Pelatihan antar pribadi. Adalah pelatihan ketrampilan berhubungan dengan sesame karyawan, atasan, bawahan, mitra usaha atau pelanggan.
  • Pemberdayaan. Mendelegasikan pekerjaan kepada bawahan dengan penngawasan.
  • Continous improvement. Setiap hari harus lebih baik dari kemarin.
Membangun Komitmen Karyawan

tantangan utama dalam penjualan eceran adalah untuk mengurangi tin gkat keluar masuk karyawan. Perputaran karyawan yang tinggi akan mengurangi penjualan ( Karen kurang pengalaman, kurang pengetahuan akan barang dan kebijakan perusahaan sehingga tidak mampu berinteraksi secara efektif dengan konsumen ) dan meningkat biaya ( rekrutmen dari pelatihan membutuhkan biaya ).

Beberapa pendekatan yang dilakukan oleh ritel untuk membangun komitmen tin=mbal balik adalah :
  1. Meningkatkan ketrampilan
  2. memberdayakan karyawan
  3. Menciptakan hubungan kemitraan dalam karyawan.
Terdapat 3 aktifitas manajemen sumber daya manusia yang dapat membangin dan mengembangkan komitmen melalui hubungan kemitraan :
  1. Mengurangi perbedaan status antar karyawan.
  2. Memberikan peluang promosi untuk karyawan lama.
  3. Diberikan flextime ( system penjadwalan pekerjaan yang memungkinkan karyawan memilih waktu kerja ) dan job sharing ( dua karyawan secara sukarela bertanggung jawab atas pekerjaan.
Berbagai pilihan struktur organisasi adalah sebagai berikut : Struktur organisasi fungsional, struktur organisai berdasarkan produk, struktur organisasi berdasarkan geografis dan struktur organisai kombinasi.












Salam EntEntrepreneur.